
Meski masih menjadi janin seseorang
sudah melakukan proses belajar. Artinya, rahim bukanlah sekedar ‘ruang tunggu’
seperti yang dibayangkan kebanyakan orang selama ini, akan tetapi rahim lebih
menyerupai ‘ruang kelas’, tempat orang belajar. Penelitian menunjukkan, janin
sudah bisa mendengar secara jelas pada usia enam bulan dalam kandungan.
Sehingga, ia dapat menggerak-gerakkan tubuhnya sesuai dengan irama nada suara
ibunya atau cara ibunya berbicara. selain itu yang juga sangat berpengaruh
adalah musik klasik. Jika irama itu diperdengarkan secara terus menerus maka
musik klasik atau suara dari sang ibu dapat menstimulasi kecerdasan anak.
Pendapat ini berdasarka penelitian pada tahun 1980-an yang dilakukan dr Alfred
Tomatis, hli telinga hidung dan tenggorok, psikolog, dan pendidik dari
Perancis. Penelitian itu menunjukkan, suara ibu dan musik lasik dapat
merangsang otak sehingga menimbulkan gerakan motorik tertentu pada janin dan
bayi baru lahir. Suara ibu dan musik klasik dapat mengatur cepat atau lambatnya
denyut jantung janin dan bayi, serta merangsang penambahan berat badan bayi.
Ketukan usik juga mempunyai efek terhadap kepandaian anak dalam matematika.